syalala

syalala

Mei 02, 2012

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sekarang, saya akan posting karya tulis ttg gempa. gak tau ini berbobot atau tidak. Tapi harapannya dapat membantuuu. Here we goooo.


BAB I
PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang
     Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sering terjadi gempa bumi. Peristiwa gempa bumi terjadi tanpa bisa diduga, sebagai contoh sebuah bencana alam dahsyat, gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang terjadi di Padang pada tanggal 29 September 2009. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Pusat gempa berada di sekitar 50 km lepas pantai Kota Padang. Dalam lebih dari 1000 orang menjadi korban dalam bencana ini, baik korban luka – luka maupun korban yang meninggal.
     Berdasar pada peristiiwa tersebut kita harus senantiasa waspada terhadap terjadinya gempa. Melalui penulisan karya ilmiah ini saya akan membuat sebuah alarm gempa agar senantiasa kita bisa waspada/ megingatkan kita kalau sedang terjadi peristiwa gempa.
  1. Tujuan penulisan
            Adapun tujuan penulisan ini dibuat, adalah sebagai berikut :
ü  Mengetahui penyebab terjadinya gempa.
ü  Upaya pencegahan gempa bumi.
ü  Upaya mitigasi korban gempa bumi.
  1. Rumusan Masalah
                        Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dalam penulisan karya tulis ini adalah :
·         Apa penyebab dari gempa bumi.
·         Upaya pencegahan gempa bumi.
·         Upaya mitigasi korban gempa bumi.

4.     Pembatasan Masalah

            Dalam penulisan karya tulis ini, penulis memberikan landasan terhadap permasalahan yang ada. Yaitu penulis hanya akan membahas mengenai “ Penyebab, Upaya Pencegahan, dan Mitigasi Gempa Bumi “. Hal ini dimaksudkan untuk mengobyektifkan permasalahan.

5.     Metode Pengumpulan Data

            Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis hanya menggunakan 1 metode, yaitu:
Metode Dokumentasi / Pustaka : Penulis mencari data – data melalui buku maupun
internet mengenai Gempa Bumi.

6.     Waktu Pelaksanaan Observasi

Hari, tanggal   : Minngu, 17 April 2011
Tempat            : 


BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Pengertian
     Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi#Penyebab_terjadinya_gempa_bumi
           
            Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa
bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). http://www.scribd.com/doc/30834187/BAB-I-Karya-Ilmiah-Alarm-Gempa

     Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. http://gudangmakalah.blogspot.com/2009/03/makalah-gempa-bumi-dan-dampak-yang.html
      
       Gempa bumi, adalah suatu fenomena pergerakan permukaan bumi disebabkan oleh pergerakan yang mengejut di permukaan bumi yang berbatu. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/pengertian-gempa-bumi/
    
     Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). http://kelompok2plh.blogspot.com/2008/12/definisi-gempa-bumi.html
    
B.      Penyebab
J  Karena pergerakan magma dalam gunung berapi atau disebut gempa vulkanik.
J  Karena pergeseran lempeng-lempeng bumi atau disebut gempa tektonik.
J  Karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam.
J  Karena injeksi atau akstraksi cairan dari dan ke dalam bumi.
       Contoh kasusnya biasanya terjadi pada beberapa pembangkit tenaga listrik panas bumi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
            Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.
a.      Tipe – tipe gempa bumi
1.      Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
2.       Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

  1. Jenis – jenis gempa bumi
Gempa bumi yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

b. Gempabumi Tektonik
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.

c. Gempa bumi Runtuhan
Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

d. Gempa bumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
C.      Dampak
Dampak gempa bumi, terbagi menjadi 2, yaitu:

a.      Dampak secara fisik:
Banyak orang kehilangan tempat tinggalnya.
Banyak warga yang meninggal karena luka – luka.
Banyak orang yang kehilangan keluarga.
Banyak orang yang kehilangan harta benda.

b.      Dampak secara psikologis :
Ø  Banyak orang yamg menderita gangguan mental akibat trauma kejadian gempa.


BAB III
PEMBAHASAN

I.      Upaya Pencegahan Gempa Bumi
            Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.
  • Di dalam rumah
    Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
    Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
  • Di sekolah
    Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.
  • Di luar rumah
    Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
  • Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
    Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

  • Di dalam lift
    Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
  • Di kereta api
    Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
  • Di dalam mobil
    Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
  • Di gunung/pantai
    Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
  • Beri pertolongan
    Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.


  • Dengarkan informasi
    Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

II.      Upaya Mitigasi Korban Gempa Bumi
         Mitigasi yaitu mengurangi kerugian yang akan ditimbulkan oleh bencana. Usaha mitigasi adalah meningkatkan ketahanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam sehingga risiko bencana alam dapat dikurangi. Para ahli menyimpulkan walau datangnya gempa tidak dapat diperkirakan kedatangannya tetapi ada beberapa gejala alam yang patut
dicermati dan dianggap sebagai tanda akan adanya gempa, sebagai berikut.
1.      Adanya awan yang berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas. Hal ini kemungkinan besar merupakan awan yang disebut awan gempa yang biasanya muncul sebelum terjadinya gempa. Awan berbentuk seperti
batang ini terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi sehingga
menyerap daya listrik yang ada di awan. Gelombang elektromagnetis ini terjadi akibat adanya pergeseran patahan lempeng bumi. Tetapi tidak semua awan yang berbentuk seperti itu adalah awan gempa, mungkin saja itu adalah asap dari pesawat terbang. Jika ada tanda seperti itu maka perlu untuk diwaspadai. Untuk lebih meyakinkan lagi maka dapat dilakukan uji medan elektromagnetik.
2.      Terdapat medan elektromagnetik di sekitar kita. Gelombang tersebut memang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Medan elektromagnetik dapat diuji dengan cara melihat siaran televisi apakah tiba-tiba salurannya terganggu tanpa sebab
apapun. Jika kurang yakin, kalian dapat melakukan uji medan elektromagnetik dengan cara lain. Dengan mematikan arus
listrik dan melihat apakah lampu neon tetap menyala redup/ remang walaupun sudah tidak dialiri listrik.
3.      Perhatikan perilaku hewan-hewan yang ada di sekitar kalian. Apakah hewan-hewan tersebut bertingkah aneh atau gelisah.
Sebab hewan memiliki naluri yang sangat tajam dan mampu merasakan gelombang elektromagnetis. Jika kalian melihat tanda-tanda seperti itu secara bersamaan sebaiknya kalian perlu waspada. Harus segera dilakukan tindakan pencegahan dan sebisa mungkin kita melakukan tindakan penyelamatan diri. Tetapi jika gempa telah tiba dan kita sama sekali belum siap, maka selain berdoa dan pasrah kita harus cepat-cepat keluar ruangan menuju ke tempat yang lapang. Jika sudah di luar ruangan tetaplah tinggal di luar dan berusahalah berada di tempat yang terbuka, jauh dari pepohonan, tembok-tembok serta saluran-saluran kabel listrik. Usahakan jangan masuk ke dalam rumah atau bangunan.
            Apa yang dapat dilakukan jika berada di dalam gedung dengan banyak orang? Kita tidak perlu panik dan ikut berdesak-desakan keluar. Jika itu yang terjadi maka kita akan terinjak-injak banyak orang dan tertimpa runtuhan bangunan. Sebaiknya yang perlu kita lakukan adalah berlindung di bawah meja atau mebel yang kokoh atau mencari sesuatu yang dapat melindungi kepala dan badan kita dari reruntuhan bangunan. Jika suasana telah tenang dan aman usahakan untuk keluar ruangan dan mencari tempat yang lebih aman lagi.



BAB IV
P E N U T U P

            Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Dengan demikian karya yang sederhana ini telah terselesaikan , untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yang diberikan oleh ibu guru penulis yang terhormat ibu Cici Hartijah, S. Pd. Dengan begitu penulis mengharapkan pembaca dapat mengerti dan memahami apa yang telah penulis sampaikan.
            Penulis  memohon maaf apabila ada kesalahan dalam pembuatan, dan penyampaian dalam karya tulis ini. Saran dan kritik yang membangun selalu penulis harapkan. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih telah memberikan perhatian kepada karya tulis ini.
            Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

A.     Kesimpulan
      Gempa bumi adalah bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia. Akan tetapi, dijaman yang serba modern seperti sekarang, gempa bumi dapat diantisipasi agar tidak banyak korban yang jatuh baik meninggal maupun luka – luka.

B.      Saran
      Diharapkan agar setelah membaca karya tulis ini, jika para pembaca mengalami bencana alam gempa bumi, dapat melakukan apa saja yang harus dilakukan, sperti mitigasi bencana, maupun bagaimana cara – cara pencegahan gempa bumi.